Mengatasi krisis di Media Sosial yang mengancam Personal Brand

It takes 20 years to build a reputation and five minutes to ruin it. If you think about that, you’ll do things differently – Warren Buffett

adult-business-man-people-young_1303-1299

 

Halo udah lama gw ga sharing tentang personal branding online. Menyimak beberapa kejadian baru-baru ini yang menyebabkan satu atau dua “publik figure” menghadapi bully-an dari followernya di medsos, sempet bikin gw khawatir.

Khawatir disini bukan karena melihat buasnya netizen yang mengomentari “aksi” si publik figur tersebut, karena ya susah banget menyaring nyinyiran para haters or lovers mereka. (Btw lawannya haters kan lovers ya harusnya? Iyain aja biar cepet).

Ok, balik lagi, gw khawatir bukan karena komen follower mereka yang pedesnya ngalahin level ramen paling hot, tapi lebih karena melihat respon dari si publik figur itu sendiri yang panik, ga tau harus gimana dan jelas mereka ga punya manajemen handling crisis. Sehingga jika mereka salah memberikan respon, bisa-bisa karir dan reputasi yang mereka sudah bangun dengan susah payah selama ini bisa terancam rusak dan alih-alih masalahnya selesai malah akan semakin rumit dan panjang.

Ya ampun masa sih personal branding buat orang perorangan / individu kudu ada handling crisis managementnya? Yaialaah… apalagi kalau kamu memang udah jadi sosok yang dikenal banyak orang. Punya banyak follower kan tanggung jawabnya juga besar. Kamu sudah menjadi sorotan publik, ya mau ngga mau kamu harus memikirkan gimana kalau sampai terjadi hal-hal semacam bullying dan mengancam personal branding kamu.

Jadi gini, jaman dulu, sebelum ada medsos, artis dan publik figur hidupnya lebih bahagia kayanya. Karena orang-orang yang nonton tv atau film paling banter bisa nyinyir cuma sama temen nonton di sebelahnya. Atau kalo sampe heboh banget ya dibahas di arisan, di sekolah, atau pas lagi ngeceng di sekitaran Melawai dan Menteng (astaga mba, kok lawas amat). Haha.. intinya, dulu orang mau komen atau nyinyir apapun, belum tentu langsung nyampe ke si publik figurnya. Kalaupun sampai, reaksi mereka juga ga akan keliatan ke fans dan hatersnya.

Lalu jaman semakin berkembang dong, pas ada acara infotainment di TV, mulai deh si publik figur agak keganggu ya sama privacynya yang mulai diubek2 sama televisi nasional. Naah sekarang ini, di jaman serba dihital, memang makin berat nih cobaan orang-orang yang ngetop, mereka harus berhadapan langsung (minimal jempol to jempol kalau ga face to face) dengan para fans dan hatersnya. Mereka bisa langsung menerima pujian setinggi langit, tapi sekaligus juga cercaaan sedalam lautan (ceile). Di tanggapin salah, ga ditanggapin lebih salah. Jadi harusnya gimana? Ditanggapinnya kayak apa dong supaya bisa menenangkan khalayak ramai?

Yha jadi begini, gw share ya beberapa hal penting yang bisa membantu kamu dalam menangani saat terjadinya krisis yang mengancam personal brand :

  1. Jangan langsung emosi. Jika terjadi krisis akibat aksimu di medsos, amati dulu, cermati apa yang membuat orang memberikan komen negatif terhadap aksimu. Tenangkan diri dan introspeksi kembali, apa saja yang membuat aksimu ditanggapi dengan keras.
  2. Susun strategi. Krisis yang muncul tentunya membutuhkan respon yang cepat, namun cepat akan salah jika tidak ada strategi yang tepat untuk menghadapinya. Kamu harus tetap menjadi dirimu apa adanya, namun terkait dengan respon yang masuk, kamu harus bisa mengkomunikasikannya dengan baik kepada followermu. Pikirkan cara terbaik untuk menyampaikan pesanmu kepada publik.
  3. Akui kesalahan. Jika kamu memang melakukan aksi yang menyinggung orang atau pihak tertentu, maka hal yang wajib kamu lakukan adalah minta maaf, lakukan dengan tulus, upayakan agar kamu tidak mengulangi lagi kesalahanmu. Permohonan maafmu tidak usah bertele-tele dan tidak perlu membela diri dengan berjuta alasan, yang nantinya malah akan memperpanjang masalah. Usahakan jangan lewat dari 24 jam untuk memberikan pernyataan maafmu ini ya.
  4. Be humble. Jika kamu tidak melakukan kesalahan, namun orang hanya memberikan komen negatif karena berbeda pendapat denganmu, atau mereka punya opini sendiri, kamu tidak perlu membela diri dan tidak perlu minta maaf. Tidak perlu juga merespon komen negatif dengan berdebat. Kamu harus yakin dengan apa yang kamu lakukan selama itu tidak melanggar hukum dan tidak bersinggungan dengan pihak lain. Yang perlu kamu lakukan hanyalah tetap menjadi dirimu apa adanya, berikan kesan yang baik dengan berkata sopan dan bersahaja. Jadikan kritik sebagai pelajaran dan masukan untuk kamu. Ucapkan terima kasih atas respon publik yang datang padamu, baik itu negatif atau positif. Semua ini harus dilakukan tulus dan jujur dari dirimu sendiri. Karena personal branding adalah menyangkut kepercayaan publik pada dirimu. Jika ingin mereka percaya padamu, jadilah dirimu yang sebenarnya.
  5. Jangan kehilangan jati dirimu. Jangan sampai dirimu kehilangan respek dari orang lain karena kamu tidak mampu menahan emosi. Jangan baper. Jangan drama. Iyaa, semua ini karena kamu sudah menjadi sorotan publik, jangan gampang terbawa stres dan emosi atas respon netizen ya..
  6. Jika perlu, konsultasikan masalahmu dengan orang yang lebih ahli dalam menangani krisis di medsos, bisa juga dengan orang PR kamu (kalo punya). Jika dibutuhkan, kamu bikin tim yang khusus dalam menangani krisis ini. Hati-hati juga jika medsosmu dipegang oleh orang lain, entah itu admin atau ada tim medsos yang mengerjakannya. Semua harus dihandle dengan baik, berdiskusilah jangan sampai ada yang merespon diluar pengetahuan kamu. Jika berhubungan dengan masalah hukum berkonsultasilah dengan lawyer yang terpercaya dan mampu menangani kasus di media sosial. Penting lho ini.

Kesimpulan dari ini semua, menanggapi krisis yang terjadi di media sosial, membutuhkan kecepatan, ketulusan dan pikiran yang terbuka. Menyusun strategi dan perecanaan dalam mengatasi krisis tersebut akan memberikan dampak yang baik agar tidak menimbulkan kerusakan dalam personal brand kamu. You have to be cool dalam artian, ya kamu harus jadi sosok yang tangguh dan penuh tanggung jawab. Tidak usah berkata kasar, tidak sopan dan emosional. Hal ini akan menimbulkan respon negatif.

Ingat yaa, tata krama bersosialisasi online dan dunia nyata sama kok, kayak stiker di angkot : ”Anda sopan kami segan” gitu..

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s