4 hal yang dapat merusak personal brand anda di social media

Di masa sekarang ini, kita sudah terlalu akrab dan hampir tidak dapat dilepaskan dengan social media. Setiap hari, semua orang memperbarui / mengupdate status di Facebook, Twitter, LinkedIn, Path dan sebagainya. Kontennya bisa berisi kegiatan sehari-hari, mulai dari hal-hal yang serius hingga yang isinya hanya berupa candaan belaka.

Namun apakah konten yang kita unggah ke social media dapat berdampak negatif dan merusak personal brand? Jawabannya, Ya bisa. dan hal yang tidak diinginkan bisa terjadi sehingga akhirnya merusak kredibilitas serta menghancurkan personal brand yang sudah dibentuk selama ini.

Untuk itu mari kita bahas beberapa hal penting yang dapat merusak personal brand di social media.

  1. Konten yang terlalu random

Jika konten atau postingan di social media tidak berfokus kepada satu hal, maka hal ini akan membingungkan follower. Mereka ingin memfollow seseorang karena berharap akan mendapatkan sebuah topik yang berhubungan dengan bisnis atau kegiatan mereka sehari-hari.

Jika ingin membuat follower tetap tertarik dengan postingan yang di bagikan, maka kamu harus dapat memberikan variasi di dalam konten tersebut. Seperti misalnya konten berupa sharing knowledge (dalam bentuk artikel atau kultwit), kuis, tanya jawab dan sebagainya. Dan ingat, untuk tetap focus dengan konten yang berhubungan dengan personal brand yang ingin dibentuk saat ini.

2. Konten yang mengandung hal-hal negative

Apa yang kamu posting di social media, akan menjadi tanggung jawabmu sepenuhnya. Terkadang apa yang kita posting, dapat menyinggung pihak lain, bisa jadi karena tidak setuju atau memang postinganmu menyinggung SARA. Berhati-hatilah dalam membuat konten. Pikirkan dengan baik, THINK before you share, ingat rumus THINK berikut ini:

  1. T = is it True? Apakah yang kamu sharing ini akurat dan terbukti benar / bukan hoax?
  2. H = is it Helpful? Apakah kontenmu dapat membantu / menjadi solusi bagi orang lain?
  3. I = is it Inspiring? Apakah dapat menginspirasi orang lain?
  4. N = is it Necessary? Apakah perlu untuk memposting hal tersebut?
  5. K = is it Kind? Apakah konten ini baik untuk kamu dan orang lain?

Ingat selalu rumus di atas sebelum membagi sesuatu di social media. Sudah banyak kasus yang terjadi hanya karena sebuah postingan di social media, seseorang dapat dijebloskan ke penjara, karirnya terhenti, dipecat dari pekerjaan, mendapatkan gugatan dari publik dan sebagainya. Hal ini akan sangat berdampak buruk bagi personal brand.

3. Terlalu sering curhat, galau, marah-marah dan provokatif di social media.

Bagaimana jika seorang calon klien mencari namamu di social media atau mesin pencari google dan menemukan segala sumpah serapahmu hanya karena satu hal sepele? Kira-kira apa yang ada di benak mereka mengenai kepribadianmu? Hati-hati, apa yang kamu posting akan terekam selamanya di online. Kecuali jika kamu bisa cepat menghapusnya. Namun bagaimana jika ada yang sempat merekam atau meng’capture’ kejadian tersebut sehingga walaupun dihapus, akan tetap tersimpan di online? Sangat merugikan sekali.

4. Terlalu gampang terbawa emosi

Sama halnya di dunia nyata, kita akan bersinggungan dengan pihak lain yang belum tentu sependapat dengan komentar atau opini yang kita berikan. Terkadang mereka akan memberikan respon yang keras dan negatif. Namun hal ini bukanlah menjadi alasan untuk merespon dengan cara yang sama. Karena jika kamu terpancing emosi dan akhirnya menimbulkan friksi di social media, maka kamu yang akan merasakan kerugiannya. Kamu akan dianggap tidak dapat menahan emosi, dan hal ini sangat berpengaruh kepada personal brand. Bisa jadi follower merasa tidak nyaman dengan sikapmu tersebut. Kredibilitasmu terancam. Jangan sampai hal ini terjadi dan menyebabkan kepercayaan follower menjadi hilang.

Jika dihadapkan kepada situasi seperti ini, kita harus dapat menahan emosi, rendah hati dan tetap tenang. Tanggapi respon mereka dengan baik, jawab pertanyaannya tanpa perlu mendebatnya, selebihnya jika ia masih memancing emosi kamu, tidak perlu ditanggapi lebih jauh.

Dari beberapa hal di atas yang penting untuk diingat adalah bahwa etika dalam kehidupan sehari-hari harus terus digunakan dalam berinteraksi di social media. Online dan offline, etika berkomunikasi tetap harus dijunjung tinggi, bahasa yang sopan, tutur kata yang halus dan sikap yang baik harus menjadi bagian dari pribadimu dalam membangun personal brand melalui social media.

Ingat, jejak digital kita akan selalu terekam selamanya. Sekali lagi THINK before you share.

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s